Jumat, 29 Juli 2016

cerita hidupku

Salam Amburadul
Ok sahabat sejati amburadul, sekarang aku pengen curhat atau bisa di bilang pengen berbagi cerita. jujur terkadang sulit buat ceritain tentang apa yang kita rasain ke orang banyak, namun, mungkin dengan menulis seperti aku tidak lagi punya batasan untuk mengeluarkan semua yang aku fikirkan.
            Kali ini aku akan ceritain tentang siapa aku dan bagaimana perjalanan hidupku. Nama ku Dika Rahmadana dermawan, biasa dipanggil dika. Aku adalah anak ke-3 dari berempat bersaudara. Aku hidup di keluarga yang sederhana, ya cukuplah untuk memenuhi kebutuhan hidupku. Aku lahir di pulau payung pada tanggal 31 desember 1997. Saat aku berumur 4 tahun aku dan keluarga ku pindah ke teluk belitung  yaitu desa kecil yang sangat penuh kenangan. Sekrang aku umurku menuju 19 tahun, aku kuliah di yogyakarta dan baru mau masuk kesemester 3.
            Sejak kecil banyak sekali pertanyaan yang timbul di otakku, kenapa aku harus hidup padahalkan nantinya bakalan mati juga, kenapa harus adanya siang dan malam, kenapa kita hidup di bumi, apakah jika aku mati aku akan terlahir kembali, terus kalau aku terlahir kembali apakah aku akan hidup bersama keluargaku yang sekarang, dan masih banyak lagi pertanyaan yang ada di benakku. Jika aku bertanya ke teman-temanku, mereka hanya menjawab sebagian dari pertanyaanku itu hanyalah pertanyaan yang bodoh dan gk mgkin bisa di jawab. Namun aku percaya setiap pertanyaan yang muncul pasti akan ada jawabannya, dan setiap hal yang terjadi pasti untuk sebuah alasan, karena di dunia ini enggak ada yang namanya kebetulan.
            Dari kecil aku hanyalah anak laki-laki yang lemah, cengeng, dan pemalu, karena itu waktu kecil aku sering di jahilin sama temenku. Aku bukanlah anak yang pintar di sekolah, bisa naik kelas dan lulus aja aku udah bersyukur. Mainin alat musik dan main bola adalah hobyku sejak kecil, ya seperti anak lain pada umumnya. Namun sayangnya di tempat ku sangat sulit untuk belajar main alat musik, karena minimnya orang yang punya, dan orang tuaku juga enggak terlalu setuju dengan hal itu. Tapi tekad ku tak pernah pudar karena aku yakin selagi ada kemauan pasti ada jalan.
            Waktu SD (Sekolah Dasar) tidak begitu banyak hal yang aku ingat, karena tak bigita banyak hal yang mengesankan, di suruh duduk sebangku sama cewek aj aku nangis. Hehe... dan mungkin aku adalah manusia yang kurang mengerti tentang cinta dan wanita. Dari dulu aku hanyalah laki-laki yang konyol, yang selalu bertingkah aneh karena hanya ingin mendapat perhatian dari orang lain agar orang lain bisa mengakui ke beradaan ku, kayak di film naruto hehehe..... kalau ngomongin soal cita-cita, profesi yang aku tau hanyalah jadi dokter, guru, polisi, tentara dan pilot. Sampai sekarang aku masih mikir kenapa tua pada masa itu hanya mengisi fikiran anak-anak dengan cita-cita yang seperti itu, padahal aku lahir bukan lah pada masa penjajahan, tapi hal tersebut juga enggak salah sih, yaudah lah udah berlalu juga hehehe... ya menurutku masa SD itu cukup menyenangkan lah.
            Setelah aku lulus SD akhirnya aku melanjutkan sekolah ku ke tahap lanjut (SMP). Pada saat SMP aku masih begitu-begitu aja, namun pada masa inilah aku mulai semakin gencar dengan hoby-hobyku. Aku udah mulai bisa main gitar, di bidang olahraga pun aku udah muai menemukan sebuah permainan yang aku percaya bahawa dengan olahraga itu lah aku bisa membuktikan kepada semua orang terutama orang tuaku kalau hoby ku ini bukan lah sekedar hobi. olahraga yang aku sukai itu adalah sepak takraw, kenapa aku suka dengan olahraga tersebut?. Karena menurutku sepak takraw itu permainan yang berbeda dari yang lain, ada sebuah seni dalam bermain sepak takraw yang menurutku tidak dimiliki oleh olahraga lain. Aku berlatih sepak takraw selama lima tahun sampai aku memasuki bangku SMA, 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar, perasaan jenuh yang selalu menghantui, perasaan pasrah, lemah karena teman-teman ku sudah pernah dipilih mewakili kecamatan bahkan kabupaten. Namun saat itu ada yang bilang padaku, segala hal yang kita lakukan itu tidak akan pernah sia-sia dan akhirnya hari yang telah aku tunggu pun tiba, akhirnya aku pun terpilih untuk mewakili kecamatan dalam rangka ultah kecamatan, aku sangat gembira sekali. Namun setelah sampai di tempat pertandingan ternya aku hanya menjadi official, karena ada yang lebih baik dari pada aku, saat itu perasaanku hancur, kecewa kepada diri sendiri seakan-akan latihan selama ini tidak ada gunanya. Namun aku harus sabar, karena aku yakin suatu saat nanti akan tiba waktunya di mana aku akan bisa mencapai apa yang aku inginkan.
            Setelah kurang lebih setahun kemudian dengan latihan yang gigih dan semangat yang seakan semakin goyang akhir kali ini aku benar-benar ikut dalam perlombaan, dan lebih waw nya lagi aku langsung mewakili kabupaten, dan tidak pernah aku sangka ternyata aku juga terpilih mewakili provinsi. Saat itu aku berfikir bahwa orang tua ku akan lebih merestui hobi ku, namun sama saja tidak ada yang berubah, hobi bukan lah hal yang baik buat masa depan ku....
ini lah beberapa foto yang membuat aku bangga pada itu....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar