Salam Amburadul
Ok sahabat sejati amburadul, sekarang aku pengen curhat
atau bisa di bilang pengen berbagi cerita. jujur terkadang sulit buat ceritain
tentang apa yang kita rasain ke orang banyak, namun, mungkin dengan menulis
seperti aku tidak lagi punya batasan untuk mengeluarkan semua yang aku
fikirkan.
Kali ini aku akan ceritain tentang siapa aku dan
bagaimana perjalanan hidupku. Nama ku Dika Rahmadana dermawan, biasa dipanggil
dika. Aku adalah anak ke-3 dari berempat bersaudara. Aku hidup di keluarga yang
sederhana, ya cukuplah untuk memenuhi kebutuhan hidupku. Aku lahir di pulau
payung pada tanggal 31 desember 1997. Saat aku berumur 4 tahun aku dan keluarga
ku pindah ke teluk belitung yaitu desa
kecil yang sangat penuh kenangan. Sekrang aku umurku menuju 19 tahun, aku
kuliah di yogyakarta dan baru mau masuk kesemester 3.
Sejak kecil banyak sekali pertanyaan yang timbul di
otakku, kenapa aku harus hidup padahalkan nantinya bakalan mati juga, kenapa
harus adanya siang dan malam, kenapa kita hidup di bumi, apakah jika aku mati
aku akan terlahir kembali, terus kalau aku terlahir kembali apakah aku akan
hidup bersama keluargaku yang sekarang, dan masih banyak lagi pertanyaan yang
ada di benakku. Jika aku bertanya ke teman-temanku, mereka hanya menjawab
sebagian dari pertanyaanku itu hanyalah pertanyaan yang bodoh dan gk mgkin bisa
di jawab. Namun aku percaya setiap pertanyaan yang muncul pasti akan ada
jawabannya, dan setiap hal yang terjadi pasti untuk sebuah alasan, karena di
dunia ini enggak ada yang namanya kebetulan.
Dari kecil aku hanyalah anak laki-laki yang lemah, cengeng,
dan pemalu, karena itu waktu kecil aku sering di jahilin sama temenku. Aku bukanlah
anak yang pintar di sekolah, bisa naik kelas dan lulus aja aku udah bersyukur. Mainin
alat musik dan main bola adalah hobyku sejak kecil, ya seperti anak lain pada
umumnya. Namun sayangnya di tempat ku sangat sulit untuk belajar main alat
musik, karena minimnya orang yang punya, dan orang tuaku juga enggak terlalu
setuju dengan hal itu. Tapi tekad ku tak pernah pudar karena aku yakin selagi
ada kemauan pasti ada jalan.
Waktu SD (Sekolah Dasar) tidak begitu banyak hal yang aku
ingat, karena tak bigita banyak hal yang mengesankan, di suruh duduk sebangku
sama cewek aj aku nangis. Hehe... dan mungkin aku adalah manusia yang kurang
mengerti tentang cinta dan wanita. Dari dulu aku hanyalah laki-laki yang konyol,
yang selalu bertingkah aneh karena hanya ingin mendapat perhatian dari orang
lain agar orang lain bisa mengakui ke beradaan ku, kayak di film naruto
hehehe..... kalau ngomongin soal cita-cita, profesi yang aku tau hanyalah jadi
dokter, guru, polisi, tentara dan pilot. Sampai sekarang aku masih mikir kenapa
tua pada masa itu hanya mengisi fikiran anak-anak dengan cita-cita yang seperti
itu, padahal aku lahir bukan lah pada masa penjajahan, tapi hal tersebut juga
enggak salah sih, yaudah lah udah berlalu juga hehehe... ya menurutku masa SD
itu cukup menyenangkan lah.
Setelah aku lulus SD akhirnya aku melanjutkan sekolah ku
ke tahap lanjut (SMP). Pada saat SMP aku masih begitu-begitu aja, namun pada
masa inilah aku mulai semakin gencar dengan hoby-hobyku. Aku udah mulai bisa
main gitar, di bidang olahraga pun aku udah muai menemukan sebuah permainan
yang aku percaya bahawa dengan olahraga itu lah aku bisa membuktikan kepada
semua orang terutama orang tuaku kalau hoby ku ini bukan lah sekedar hobi.
olahraga yang aku sukai itu adalah sepak takraw, kenapa aku suka dengan
olahraga tersebut?. Karena menurutku sepak takraw itu permainan yang berbeda
dari yang lain, ada sebuah seni dalam bermain sepak takraw yang menurutku tidak
dimiliki oleh olahraga lain. Aku berlatih sepak takraw selama lima tahun sampai
aku memasuki bangku SMA, 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar, perasaan jenuh
yang selalu menghantui, perasaan pasrah, lemah karena teman-teman ku sudah
pernah dipilih mewakili kecamatan bahkan kabupaten. Namun saat itu ada yang bilang
padaku, segala hal yang kita lakukan itu tidak akan pernah sia-sia dan akhirnya
hari yang telah aku tunggu pun tiba, akhirnya aku pun terpilih untuk mewakili kecamatan
dalam rangka ultah kecamatan, aku sangat gembira sekali. Namun setelah sampai
di tempat pertandingan ternya aku hanya menjadi official, karena ada yang lebih
baik dari pada aku, saat itu perasaanku hancur, kecewa kepada diri sendiri
seakan-akan latihan selama ini tidak ada gunanya. Namun aku harus sabar, karena
aku yakin suatu saat nanti akan tiba waktunya di mana aku akan bisa mencapai
apa yang aku inginkan.
Setelah kurang lebih setahun kemudian dengan latihan yang
gigih dan semangat yang seakan semakin goyang akhir kali ini aku benar-benar
ikut dalam perlombaan, dan lebih waw nya lagi aku langsung mewakili kabupaten,
dan tidak pernah aku sangka ternyata aku juga terpilih mewakili provinsi. Saat itu
aku berfikir bahwa orang tua ku akan lebih merestui hobi ku, namun sama saja
tidak ada yang berubah, hobi bukan lah hal yang baik buat masa depan ku....
ini lah beberapa foto yang membuat aku bangga pada itu....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar